Inovasi Digital di Gar...

Inovasi Digital di Garda Terdepan: Kisah Bripka Anugrah, Sang Arsitek Aplikasi Polri

Ukuran Teks:

AgahiPost.com, – Di tengah dinamika institusi kepolisian yang terus beradaptasi dengan kemajuan zaman, sosok Bripka Anugrah Tri Febriantara muncul sebagai teladan inovator. Anggota kepolisian dari Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) ini telah menorehkan jejak signifikan melalui pengembangan berbagai aplikasi digital yang secara fundamental mengubah cara kerja personel. Kontribusinya dalam modernisasi operasional kepolisian, khususnya di bidang manajemen data dan sumber daya manusia, kini mengantarkannya pada nominasi Hoegeng Awards 2026, sebuah penghargaan prestisius bagi insan Polri.

Bripka Anugrah, yang bertugas sebagai Bamin Subbagian Mutasi Jabatan Bagian Pembinaan Karier Biro SDM Polda Sultra, menunjukkan bakat luar biasa dalam teknologi informasi. Kemampuannya ini tidak hanya sebatas konsep, melainkan diwujudkan dalam tiga aplikasi konkret yang telah terbukti mendukung efisiensi dan akuntabilitas di lingkungan kepolisian. Inovasi-inovasinya mencerminkan visi untuk menghadirkan solusi teknologi dalam setiap aspek tugas kepolisian.

Salah satu kreasi digitalnya yang paling menonjol adalah Sistem Informasi Data Senjata Polda Sultra. Aplikasi ini dirancang untuk mengelola inventarisasi persenjataan aset kepolisian dengan lebih sistematis dan akurat. Ide cemerlang ini bermula dari inisiasi Brigjen Pol Waris Agono, yang saat itu menjabat sebagai Wakapolda Sultra, yang melihat urgensi akan sistem pengelolaan senjata yang lebih modern.

Bripka Anugrah dengan sigap menerjemahkan gagasan tersebut menjadi sebuah aplikasi fungsional. Keberhasilan sistem ini di Polda Sultra segera menarik perhatian dan diadopsi lebih luas. Ketika Brigjen Waris Agono dipindahtugaskan ke Korps Brimob, aplikasi serupa turut diimplementasikan di sana, memperluas jangkauan manfaatnya.

Perjalanan aplikasi ini tidak berhenti di situ. Saat Irjen Pol Waris Agono mengemban amanah sebagai Kapolda Maluku Utara, Bripka Anugrah secara khusus dipanggil untuk mengembangkan dan mengadaptasi sistem ini di wilayah hukum yang baru. Hal ini menjadi bukti nyata akan keandalan dan efektivitas aplikasi yang ia ciptakan, serta kepercayaan pimpinan terhadap kapabilitasnya.

Hingga kini, Sistem Informasi Data Senjata tetap menjadi tulang punggung pengelolaan aset di Biro Logistik Polda Sultra. Meskipun telah beroperasi secara efektif, ada visi ambisius untuk pengembangannya di masa depan. Gagasan untuk mengintegrasikan teknologi GPS pada setiap senjata menjadi prioritas, memungkinkan pelacakan real-time jika terjadi kehilangan atau insiden lainnya.

Integrasi GPS ini diharapkan dapat meningkatkan standar keamanan dan akuntabilitas secara drastis. Namun, implementasi fitur canggih tersebut memerlukan investasi dan pengembangan lebih lanjut. Potensi manfaatnya sangat besar, mulai dari pencegahan hilangnya aset hingga penelusuran cepat dalam kasus-kasus krusial.

Inovasi kedua yang dihasilkan oleh Bripka Anugrah adalah aplikasi Ingat-AC, singkatan dari Integrasi Gabungan Terpadu Assessment Center. Aplikasi ini diluncurkan pada tahun 2020 dengan tujuan merevolusi proses penilaian dalam kegiatan asesmen personel. Ingat-AC dirancang untuk mengkompilasi dan mengintegrasikan hasil penilaian dari berbagai sesi dalam sebuah asesmen secara digital.

Sebelum Ingat-AC, proses asesmen seringkali melibatkan metode manual yang memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Para asesor harus mencatat hasil wawancara dan diskusi di atas kertas, kemudian menghitung nilai secara manual. Proses ini tentu membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu yang tidak sedikit.

Dengan hadirnya Ingat-AC yang berbasis website, seluruh proses penilaian menjadi lebih modern dan efisien. Para asesor kini dapat mengakses platform ini melalui tablet atau ponsel mereka, menginput data secara langsung. Sistem akan secara otomatis mengintegrasikan semua data penilaian untuk menghasilkan keputusan apakah seorang peserta memenuhi syarat atau tidak, semuanya disajikan secara digital.

Aplikasi Ingat-AC tidak hanya dimanfaatkan untuk penilaian kinerja internal Polri atau lelang jabatan di lingkup kepolisian. Keberhasilannya menarik perhatian pemerintah daerah (Pemda) dan pemerintah kota (Pemkot) untuk menjalin kerja sama dalam proses lelang jabatan pegawai. Kemitraan ini tidak hanya memperkuat sinergi antarlembaga, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) bagi Polri.

Atas kontribusinya yang luar biasa dalam memajukan kerja sama di bidang Assessment Center, Bripka Anugrah dianugerahi Pin Perak oleh Kapolri pada tahun 2024. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas perannya dalam pelaksanaan asesmen terbanyak di Indonesia, dengan menjalin MoU bersama hampir 15 kabupaten. Ini menegaskan posisi Polda Sultra sebagai pelopor dalam asesmen digital di tingkat nasional.

Bripka Anugrah mengungkapkan bahwa sistem asesmen berbasis digital ini pertama kali dikembangkan dan digunakan di Polda Sultra. Inisiatifnya ini kemudian menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem serupa di Markas Besar Polri, yang dikenal sebagai DAC Mabes. Meskipun DAC Mabes memiliki integrasi yang lebih komplit dengan Sistem Informasi Personel Polri (SIPP), fondasi digitalisasi asesmen dimulai dari karya Bripka Anugrah.

Aplikasi ketiga yang juga merupakan hasil pemikiran Bripka Anugrah adalah Si Jago, atau Sistem Informasi Data Jabatan dan Golongan. Aplikasi berbasis web ini diciptakan untuk memudahkan operasional fungsi SDM dalam mengelola data terkait pengembangan karier, jabatan, dan golongan personel di wilayah hukum Polda Sultra. Si Jago dirancang untuk menyediakan informasi yang cepat dan akurat, mendukung pengambilan keputusan dalam manajemen SDM.

Namun, seperti halnya inovasi lainnya, Si Jago dan Ingat-AC kini tidak lagi digunakan secara aktif oleh Biro SDM Polda Sultra. Kompol Adeng menjelaskan bahwa aplikasi-aplikasi ini memerlukan biaya pemeliharaan dan pembaruan rutin agar tetap relevan dan fungsional. Keterbatasan sumber daya dan dinamika kebutuhan teknologi menjadi faktor di balik keputusan tersebut.

Di balik semua inovasi teknologi ini, Bripka Anugrah dikenal sebagai sosok polisi yang memiliki integritas tinggi dan kepribadian yang baik. Kompol Adeng menuturkan bahwa Anugrah tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran kode etik maupun disiplin kepolisian. Ia adalah personel yang taat aturan dan selalu menjalankan perintah atasan dengan penuh tanggung jawab.

Karakteristik pribadinya yang disiplin dan dedikasinya terhadap tugas sejalan dengan kemampuannya dalam bidang IT. Kompol Adeng berharap agar Bripka Anugrah dapat terus konsisten mengembangkan ide-ide cemerlangnya. Inovasinya diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi institusi Polri, tetapi juga secara lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Saat ini, ketiga aplikasi berbasis website yang dikembangkan oleh Bripka Anugrah sedang dalam proses migrasi server. Untuk sementara, aplikasi-aplikasi tersebut tidak dapat diakses. Proses ini merupakan bagian dari kebijakan Mabes Polri untuk menarik semua aplikasi berbasis web dari server pihak ketiga.

Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah potensi kebocoran data dan memastikan semua aplikasi internal Polri menggunakan server resmi Mabes Polri dengan domain .polri.go.id. Migrasi ini adalah langkah strategis untuk memperkuat keamanan siber institusi. Ditargetkan, pada bulan Desember mendatang, aplikasi-aplikasi ini akan kembali dapat diakses dengan infrastruktur server yang lebih aman dan terintegrasi.

Sementara proses migrasi berlangsung, Bripka Anugrah telah memulai proyek baru yang tidak kalah ambisius. Ia tengah mengembangkan aplikasi berbasis Android yang komprehensif untuk Polda Maluku Utara (Malut). Inisiatif ini sekali lagi datang atas permintaan langsung Irjen Pol Waris Agono, yang kini menjabat sebagai Kapolda Maluku Utara, menunjukkan kesinambungan kepercayaan terhadap keahlian Anugrah.

Aplikasi Android ini dirancang untuk mendata secara efisien seluruh aset Polda Malut, mulai dari senjata, kendaraan bermotor, hingga aset-aset penting lainnya. Dengan sistem ini, pengelolaan inventaris akan menjadi lebih mudah, cepat, dan akurat. Rencananya, aplikasi ini akan diluncurkan pada akhir bulan Oktober, bersamaan dengan pelatihan bagi para operator di Maluku Utara.

Salah satu fitur unggulan dari aplikasi ini adalah kemampuan pemindaian barcode pada senjata. Fitur ini memungkinkan identifikasi cepat terhadap pemilik terakhir senjata, riwayat kerusakan, dan status keberadaan. Jika ada senjata Polri yang hilang atau ditemukan, dengan memindai barcode, informasi detail dapat segera diakses oleh pengampu logistik di Polres atau Polda.

Meskipun memiliki potensi besar, aplikasi ini dirancang khusus untuk diakses oleh internal Polri guna menjaga kerahasiaan dan keamanan data. Bripka Anugrah berharap aplikasi inovatif ini dapat menjadi model dan diadopsi oleh seluruh jajaran kepolisian di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memudahkan pendataan aset, mencegah kehilangan, dan meningkatkan akuntabilitas secara menyeluruh.

Bripka Anugrah menjelaskan bahwa latar belakang pendidikannya di bidang teknik informatika menjadi fondasi utama kemampuannya dalam mengembangkan aplikasi. Kecintaannya pada dunia IT, dipadukan dengan komunikasi dan kolaborasi dengan teman-teman programmer, memungkinkannya untuk terus berinovasi. Ia menerapkan filosofi "amati, tiru, modifikasi" untuk menciptakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pimpinan dan memudahkan kerja personel Polda Sultra.

Kisah Bripka Anugrah Tri Febriantara adalah narasi tentang dedikasi, inovasi, dan komitmen terhadap kemajuan institusi. Melalui setiap baris kode yang ia tulis, ia tidak hanya menciptakan aplikasi, tetapi juga membangun jembatan menuju kepolisian yang lebih modern, efisien, dan akuntabel. Kontribusinya adalah bukti nyata bahwa teknologi memiliki peran krusial dalam membentuk masa depan pelayanan publik dan keamanan negara.

Sumber: news.detik.com

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan